Newsflash:
- Botol Ajaib Persiapan.. Siapkan boto...
- REPUBLIKA.CO.ID, SUMEDANG--Roket air karya pelajar SMA Pangudi Luhur, Yog...
- KOMPAS.com — Sepak bola yang sejak 11 Juni hingga 11 Juli ini mendomina...
- Seluruh akses informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pel...
- Akhirnya, setelah kekacauan sistem komperisasi jaringan online Dinas Pendid...
Berita
IQ Saja Tidak Cukup....
IQ Saja Tidak Cukup....
IQ Saja Tidak Cukup....
Depok, Rabu (3 Maret 2010)--Guru Besar Manajemen Universitas Indonesia
Rhenald Kasali menyampaikan, untuk meraih keberhasilan dalam hidup
tidak cukup dengan mengandalkan IQ (intelligence quotient). Dia juga
mengemukakan, menurut beberapa studi, talenta hanya merupakan potensi.
Salah besar kalau hanya mengandalkan potensi itu sebagai IQ. Menurut Rhenald, talenta akan menjadi suatu kenyataan, suatu yang dapat digunakan, jika seseorang berhasil memperoleh pegangan kehidupan, pekerjaan, profesi, maupun segala sesuatu yang bersifat nonmaterial. "IQ saja belum cukup karena itu hanyalah sekedar talenta," katanya saat memberikan paparan pada Rembuk Nasional Pendidikan 2010 di Pusdiklat Kementerian Pendidikan Nasional, Depok, Jawa Barat, Rabu (3/3/2010).
Rhenald mengatakan, adalah tugas universitas untuk menyelaraskan talenta dengan kesempatan. Tugas universitas untuk menjembatani keduanya. "Mahasiswa punya talenta, bakat, kemudian kita juga lihat pasar yang menginginkan, " ujarnya.
Rhenald berpendapat, enterpreneur bukan sekedar mencetak businessman dan usahawan, yang kaitannya dengan transaksi finansial. Enterpreneur sifatnya generik. Dia menyebutkan, ada tiga komponen penting dalam enterpreneur, yakni social enterpreneur, business enterpreneur, dan performance enterpreneur. "Orang di kampung yang kami latih supaya confidence ternyata sekarang menjadi lebih efektif dalam belajar. Yang penting ada kreativitasnya karena buah atau esensi dari enterpreneurship itu adalah kreativitas, " katanya.
Rhenald mengemukakan, studi yang dilakukan oleh penulis Malcolm Gladwell, terungkap bahwa tidak seorang pun penerima nobel bidang Kimia dan Kedokteran yang memiliki IQ di atas 150 atau jenius. "Orang-orang yang genius itu tidak menemukan pintunya," katanya.
Pengetahuan, lanjut Rhenald, adalah satu hal yang diberikan di dunia pendidikan, tetapi kalau tidak menemukan 'pintunya' maka tidak akan pernah berhasil. Sebaliknya orang-orang yang memiliki talenta terbatas, tetapi mencari 'pintu' maka akan menemukan 'pintunya' dan akan berhasil. "Akhirnya dia akan memperoleh happiness dalam karir, keluarga, dan lain sebagainya," ujarnya.
RokNewsPager
-
Botol Ajaib Botol Ajaib Persiapan.....
-
Roket Air Raih Penghargaan Karya Terbaik di Jambore Tunas Nusantara REPUBLIKA.CO.ID, SUMEDANG--Roket air karya pelajar...
-
Sepak Bola dan Sainsnya KOMPAS.com — Sepak bola yang sejak 11 Juni hingga...
-
Situs PPDB SMA DKI Yang baru Seluruh akses informasi Penerimaan Peserta Didik...
-
Calon Siswa Harus Daftar Kembali 6 Juli (proses pendaftaran di mulai dari nol lagi) Akhirnya, setelah kekacauan sistem komperisasi jaringan...
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
- 7
- 8
RokAjaxSearch






![]() | Today | 115 |
![]() | Yesterday | 92 |
![]() | This week | 207 |
![]() | Last week | 663 |
![]() | This month | 587 |
![]() | Last month | 2817 |
![]() | All days | 19989 |
Online (20 minutes ago): 3
Your IP: 38.107.191.111
,
Today: Sep 06, 2010
Your IP: 38.107.191.111
,
Today: Sep 06, 2010














